Fakta Wacana Hiv Aids

Fakta Tentang HIV / AIDS di Seluruh Dunia

Berikut beberapa fakta dan angka penting wacana HIV / AIDS, menjelang Konferensi AIDS Internasional yang akan diselenggarakan di Washington pada 22-27 Juli.

HIV DI SELURUH DUNIA
Sekitar 34 juta orang hidup dengan HIV pada simpulan 2010, berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

INFEKSI BARU
Diperkirakan 2,7 juta orang di seluruh dunia gres terinfeksi HIV pada 2010.

TREN BARU TENTANG INFEKSI
Sejak 2001, HIV tahunan menurun di 33 negara, 22 dari negara tersebut berada di sub-Sahara Afrika.
HIV meningkat di Eropa Timur, Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika Utara.

KEMATIAN KARENA AIDS
Kematian paling banyak ialah 2,2 juta orang pada 2002. Sekitar 1,8 juta orang meninggal alasannya ialah AIDS pada 2010.

TREN KEMATIAN
Antara 2001 dan 2010, janjkematian terkait AIDS meningkat lebih dari 11 kali lipat di Eropa Timur dan Asia Tengah (dari sekitar 7.800 menjadi 90.000), dan lebih dari dua kali lipat di Asia Timur (dari 24.000 menjadi 56.000), kata WHO.

Di Timur Tengah dan Afrika Utara, janjkematian terkait AIDS juga meningkat sebesar 60 persen (dari 22.000 menjadi 35.000).

PENGOBATAN ARV (Antiretroviral)
Pada simpulan 2010, 6,6 juta orang menggunakan obat antiretroviral di negara berpenghasilan rendah dan menengah, atau sekitar 47 persen dari 14,2 juta orang yang sistem kekebalan tubuhnya melemah ke titik yang membutuhkan terapi.

Obat baru, yang telah diperbarui diperkirakan akan diumumkan pada 18 Juli oleh UNAIDS.

PENCEGAHAN KEMATIAN
700.000 janjkematian terkait AIDS dicegah di seluruh dunia pada 2010 alasannya ialah orang-orang menggunakan terapi kombinasi antiretroviral.

PELARANGAN HIV AS
Konferensi AIDS dunia yang terakhir digelar di Amerika Serikat pada 1990 di San Francisco. AS melarang orang-orang yang terinfeksi HIV untuk berwisata ke sana. Larangan tersebut dicabut oleh pemerintah AS pada 2008 dan 2009.
Share:

Bahaya Minyak Goreng Bekas

Ancaman Kesehatan Karena Minyak Bekas

Minyak goreng akan memperlihatkan cita rasa lebih gurih, namun yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana kualitas minyak yang akan digunakan?

Pasalnya, penggunaan minyak goreng yang berulang kali akan memperlihatkan efek jelek bagi kesehatan Anda lantaran tingkat kejenuhannya yang tinggi, beberapa literatur menjelaskan bahwa minyak goreng yang dipakai berulang kali sanggup menjadi pemicu dari banyak sekali macam kanker.

Beberapa jago kesehatan menganjurkan untuk memakai minyak goreng tidak lebih dari tiga (tiga) kali pengulangan.

Minyak goreng bekas ini jadi pilihan lantaran memang lebih murah, namun sesungguhnya penggunaan minyak goreng bekas ini sangat berbahaya bagi kesehatan.

Berdasarkan penelitian, telah ditemukan banyak sekali indikasi penyakit yang disebabkan oleh masakan yang digoreng memakai minyak jelantah, seperti jantung koroner bahkan hingga kanker. Inilah yang patut untuk kita waspadai.

Penggunaan minyak goreng berulang kali pada suhu tinggi akan menjadikan hidrolis lemak menjadi asam lemak bebas yang gampang teroksidasi, sehingga minyak menjadi tengik dan membentuk asam lemak trans yang sanggup menjadikan gangguan kesehatan yang berafiliasi dengan metabolisme kolesterol,penyakit tekanan darah tinggi, dan jantung

Tak hanya itu, penggunaan minyak bekas berulang juga akan membentuk akrolein yaitu suatu senyawa yang menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan dan menimbulkan batuk. Dan yang tak kalah berbahaya, minyak ini juga bersifat karsinogen sehingga sanggup menyebabkan kanker.

Karenanya, para jago menyarankan untuk mengonsumsi masakan yang mengandung lemak jenuh kurang dari 10 persen dari asupan harian. Sumber lemak jenuh umumnya berasal dari lemak daging, lemak susu, mentega, lemak babi, minyak kelapa, minyak sawit, dan juga minyak inti sawit.

Selain itu, setiap kali Anda ingin menggoreng makanan, mulailah proses penggorengan pada suhu yang benar. Minyak yang dipakai untuk menggoreng sebaiknya berkisar antara 175-225 derajat celcius.
Share:

Pemanis Buatan Vs Berat Badan

Pemanis Buatan Cenderung Meningkatkan Berat Badan

Iklan-iklan pemanis buatan mungkin ingin biar Anda percaya bahwa tubuh Anda akan ramping ibarat gitar sesudah Anda rajin mengonsumsinya. Jangan percaya itu. Alih-alih mempunyai tubuh ibarat gitar, tubuh Anda mungkin malah tambah gemuk ibarat drum!

Sebuah studi intervensi memperlihatkan bahwa pelengkap buatan tidak membantu mengurangiberat tubuh jikalau dipakai sendirian. Indeks massa tubuh (BMI) tidak berkurang sesudah 25 ahad diet dengan pelengkap buatan pada 103 remaja dalam uji coba terkontrol secara acak, kecuali di antara para akseptor terberat.

Pemanis buatan memang berkalori rendah atau bahkan tidak berkalori sama sekali (non-kalori). Secara kebijaksanaan sederhana, hal itu berarti menciptakan mereka menjadi pengganti gula yang baik. Anda tetap sanggup mengonsumsi aneka kuliner yang bagus tanpa perlu khawatir kelebihan kalori. Pemanis buatan melindungi Anda dari kegemukan. Ternyata tidak.

Bukti epidemiologi di Amerika Serikat, negara yang memelopori konsumsi pemanis buatan, memperlihatkan hal sebaliknya. Seiring dengan meluasnya penggunaan pelengkap buatan–seperti aspartam dalam Diet Coke dan sukralosa dalam Pepsi One– persentase penduduk AS yang mengalami obesitas juga meningkat. Berbagai penelitian eksperimental memperlihatkan bahwa memang ada kaitan antara pelengkap buatan dan kenaikan berat badan.

Membingungkan otak

Pemanis bebas gula ibarat sakarin, aspartam, siklamat, sukralosa, dan lainnya secara paradoks justru meningkatkan hasrat makan secara berlebihan dengan membingungkan otak.

Dengan memonitor perubahan di otak, para ilmuwan telah menemukan bahwa otak bereaksi secara berbeda terhadap pemanis buatan dan gula pasir. Setelah mengonsumsi pelengkap buatan, otak insan akan menafsirkan rasa bagus secara berbeda, menjadikan reaksi yang juga berbeda.

Erin Green dan Claire Murphy dari University of California, San Diego dan San Diego State University merekrut 24 orang remaja muda yang sehat untuk tes pemindaian otak. Setengah relawan secara teratur mengonsumsi soda diet, paling tidak sekali sehari. Setengah lainnya jarang atau tidak pernah mengonsumsi minuman tersebut. Sementara pemindaian otak dilakukan, para peneliti memasukkan sedikit air berpemanis sakarin atau gula (sukrosa) secara acak ke dalam lisan setiap relawan.

Baik peminum maupun non-peminum soda diet sama-sama melaporkan rasa bagus yang menyenangkan dan intens. Namun, kawasan otak yang berpendar dikala mereka memperlihatkan evaluasi sangat berbeda, tergantung apakah mereka peminum atau bukan.

Otak biasanya mengaitkan rasa bagus dengan kadar kalori untuk membantu mengatur asupan energi. Ketika kita berpuasa, misalnya, otak akan memotivasi kita untuk berbuka dengan yang manis-manis alasannya ialah mempunyai kalori yang diharapkan tubuh. Dalam kasus soda diet, ternyata rasa bagus tidak terkait dengan kalori. Hal ini menciptakan otak resah dan merasa “tertipu”. Setelah tertipu, sensor bagus otak tidak lagi dijadikan alat ukur yang sanggup mendapatkan amanah untuk mengatur konsumsi energi. Otak akan mengabaikan rasa bagus dalam memprediksi kandungan energi dari makanan.

Asupan kalori berlebihan

Pengabaian otak ini, yang terjadi pada peminum soda diet, mempunyai korelasi eksklusif dengan peningkatan risiko obesitas. Setelah terbiasa mengonsumsi pelengkap buatan, otak tidak lagi mengaktifkan reseptor manis. Anda sanggup mengonsumsi kuliner yang bagus (bahkan yang berkalori tinggi) dalam jumlah banyak, tanpa ada perintah otak untuk berhenti alasannya ialah kebanyakan kalori. Selain itu, pelengkap buatan membingungkan kemampuan otak untuk mengambil kalori atau energi darinya, menjadikan Anda untuk tetap terus mengonsumsinya melampui ambang kenyang. Konsumsi kuliner dan minuman secara berlebihan inilah yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

Temuan ini menguatkan kesimpulan dari penelitian sebelumnya pada hewan. Tikus yang diberi suplemen sakarin secara signifikan mengalami pertambahan berat tubuh dan lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya diberi glukosa.
Share:

Resistensi Antibiotik Sangat Mencemaskan

Resistensi Antibiotik Sama Bahayanya dengan Teroris

resistensi antibiotik
Peningkatan kasus penyakit yang kebal terhadap obat-obatan menimbulkan kekhawatiran para pakar. Mereka bahkan menilai hal itu akan memicu skenario kehancuran yang setara dengan serangan teroris.
Dame Sally Davies, pejabat kesehatan Inggris, menyampaikan yaitu hal yang perlu ditakutkan jikalau dalam 20 tahun terakhir ini makin banyak pasien operasi ringan meninggal alasannya yaitu nanah akhir tidak ada antibiotik yang mempan.

Infeksi akhir resistensi antibiotik sangat serius. Karenanya pemerintah seharusnya menanggapnya sebagai ancaman publik.

Pemerintah Inggris sendiri menyampaikan sudah menyiapkan taktik untuk mengampanyekan pentingnya penggunaan antibiotik yang rasional di kalangan dokter.

Bakteri super di rumah sakit menyerupai MRSA yaitu nanah yang diketahui paling resisten terhadap antibiotik. Meski begitu beberapa jenis nanah yang juga banyak ditemui di masyarakat menyerupai infeksi TB atau gonorea juga makin kebal obat.

Antibiotik yang mulai kehilangan kekuatannya dalam melawan nanah antara lain penisilin. Obat yang pernah dianggap sebagai obat sakti ini kini tidak lagi efektif untuk nanah luka stahylocoocal.
Sementara ampisilin (jenis penislin) tidak lagi dapat mengobati nanah susukan kemih dan ciprofloxacin (antibiotik sintetis) kini tak mempan mengobati gonorea.

Penelitian untuk menemukan antibiotik generasi gres juga tidak mudah. semenjak tahun 1940-1990 perkembangan terhadap riset antibiotik berjalan sangat lambat.

Perusahaan farmasi juga menganggap menciptakan antibiotik tidak menguntungkan dibanding obat penyakit kronik. Obat antibiotik membutuhkan riset besar dan membutuhkan dana tak sedikit. Farmasi kini lebih berkonsentrasi pada obat-obatan penyakit kronis.

“Antibiotik kehilangan efektivitasnya dan jumlah kasus ini sangat mengkhawatirkan dan sulit diperbaiki, sama menyerupai pemanasan global,” kata Dame Sally.

Ia juga menyarankan biar pasien dan pemberi resep memikirkan dengan cermat obat-obatan yang mereka minta.

“Bakteri praktis mengikuti keadaan dan menemukan cara untuk bertahan melawan antibiotik. Mereka menjadi kebal terhadap obat. Makin banyak kita menggunakan antibiotik, makin resisten basil terhadapnya,” katanya.
Perubahan pengobatan modern juga disebut-sebut menjadi pemicu mengapa pasien kini makin praktis terinfeksi. Misalnya saja terapi kanker yang melemahkan sistem imun dan penggunaan kateter yang meningkatkan risiko basil memasuki peredaran darah.

Share:

Penyakit Nanah Vagina

Lebih Jauh perihal Infeksi Vagina


Penyakit Infeksi Vagina
BACTERIAL vaginosis merupakan salah satu jenis benjol vagina yang disebabkan oleh basil dan paling sering ditemui pada perempuan. Biasanya, penyakit benjol vagina tergolong ringan dan mungkin hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, bila tidak segera ditangani penyakit ini sanggup berubah menjadi duduk kasus serius.

Beberapa duduk kasus kesehatan lain yang mungkin muncul di antaranya:
- Jika mengalami penyakit benjol vagina dikala sedang hamil, maka sanggup mengakibatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan benjol rahim sehabis melahirkan.
- Jika mengalami benjol vagina dikala menjalani mekanisme panggul (pelvis) menyerupai C-section, pengguguran atau histerektomi, maka sanggup menimbulkan indeksi pelvis.
- Meningkatkan risiko terjangkiti penyakit menular seksual, termasuk HIV.

Normalnya, ada banyak basil ”baik” dan sedikit basil ”jahat” di vagina. Jenis basil baik berperan membantu mengendalikan pertumbuhan basil jahat. Nah, pada penderita bacterial vaginosis, kondisi yang terjadi justru sebaliknya. Jumlah basil jahat lebih banyak dibandingkan jumlah basil baik.

Penyebab bacterial vaginosis
Hingga kini, para hebat belum benar-benar yakin mengenai penyebab rusaknya keseimbangan jumlah basil baik dan basil jahat di vagina. Meskipun demikian, sejumlah hal tertentu diduga mempertinggi risikonya, seperti:
- mempunyai lebih dari satu pasangan seks
- mempunyai pasangan seks sesama perempuan
- merokok
- douching

Gejala
Gejala paling umum yang mengindikasikan seseorang menderita bacterial vaginosis yakni cairan vagina berbau tidak sedap (amis). Selain itu, warnanya pun terlihat putih keabu-abuan atau kekuningan.

Di samping itu, ada banyak hal yang sanggup menimbulkan cairan vagina tidak normal, termasuk sejumlah penyakit menular seksual. Oleh lantaran itu, ada baiknya menemui dokter untuk menilik penyebabnya biar mendapat pengobatan yang tepat. Dokter Anda akan mendiagnosa dengan bertanya perihal gejala, melaksanakan investigasi pelvis, serta mengambil teladan cairan vagina.
Share:

Postingan Populer